Skip to content

Buku (belum) Kalah Sama Gadget

Saya (sebenernya) hobi membaca buku, tapi karena kesibukan dan dan kurangnya waktu belakangan ini, saya sudah jarang sekali baca buku. *sebenernya excuse aja sih :p, kalau sudah nggak ada kesibukan, sampe di rumah biasanya langsung tidur kalo nggak ya abis waktu maen game / nonton film :D, dan akhirnya nasib buku – buku yang (rencananya) akan dibaca pas di rumah akhirnya terbengkalai menuh-menuhin kamar.
Dapat info kalau ada pameran buku Big Bad Wolf Book di ICE BSD (thanks God saya tinggal di ciputat deket BSD, deket sama venue event2 bagus di situ). Sebenernya ragu – ragu datang ke acara tersebut, buku yang sekarang numpuk aja blom dibaca – baca, mau ke pameran buku lagi, yang ada itu buku makin bulukan nggak kepegang – pegang (jangankan baca, pegang aja nggak). Namun yang bikin saya penasaran, pameran buku ini buka 24 jam pas hari libur??!! Kulik – kulik bentar di google, ternyata pameran ini merupakan inisasi dari http://www.bookxcess.com/ toko buku yang mengusung konsep “where knowledge is priced less”. Berasa nggak asing ni, kayak tempat saya kerja, www.salestockindonesia.com, fashion kualitas tinggi tanpa harus mahal (malah iklan..) Bookxcess ini sebelumnya sudah sukses mengadakan pameran di malaysia dan sekarang mencoba untuk menerapkannya di Indonesia dengan dukungan dari Kemendikbud dan Bank Mandiri.
keramaian Big Bad Wolf Book Sale Indonesia jam 1-2 pagi
keramaian Big Bad Wolf Book Sale Indonesia jam 1-2 pagi
Yang pertama kali dipikiran saya, emang masih laku banyak ya kalo di sini? bukannya sekarang udah pada beli buku pdf? bukanya 24 jam? paling maniak buku doang yang bakal dateng… Karena emang niatnya iseng pulang ada acara sekitar jam 11 malem saya mampir ke tekape. Sepanjang perjalanan saya mikir, wahh bakalan enak nih milih – milih, malem gini pasti udah sepi, antri juga nggak lama. Pas sampe di lokasi, weeww, jam segitu penuh gilaaak! jam 11?? okeeyy… Setelah dapet parkir saya langsung masuk ke lokasi ICE hall 9-10 dan langsung ke area art, design n photography. Kalap langsung, gilaa buku – bukunya dan harganya, woow. Biasanya dengan harga segitu saya cuman dapet 1-2 buku, ini dapet 5 buku!!! luar biasa! Selesai pilih – pilih dan jepret – jepret bentar kemudian saya antri, sekitar jam setengah 1. Dan panjang antriannya, 11-12 sama antrian tiket AADC 2 sama Civil War (di jambi – karena di sana bioskop cuman ada 1). Ngantri bayar jam setengah 1, beres antri dan bayar baru hampir jam 2. T_T
antri jam setengah 1 pagi
antri jam setengah 1 pagi
Terlepas dari mungkin persiapan panitia yang menurut saya harus diimprove lagi, ada hal yang membuat saya tertarik untuk memperhatikan. Tengah malam (hampir pagi) banyak sekali pengunjung yang membawa anak – anaknya. Meskipun anak yang masih kecil banyak yang tertidur di stroller ataupun di gendongan ortu nya, nggak kalah juga jumlah anak – anak yang dengan antusias dan asyik ngebaca dan memilih – milih buku yang ada di situ. Saya sebelumnya sempat pesimis dengan acara ini dan generasi sekarang. Pertama banyak yang sudah beralih ke buku digital (ebooks, pdf, etc), kedua orang tua banyak yang “mengajari” anaknya untuk lebih menggunakan gadget (biar cepet diem, nggak ribut), dan anak – anak sekarang pun banyak lebih memilih mainan gadget nya masing – masing daripada membaca buku atau berinteraksi dengan yang lain.
seriusnya anak - anak ngebaca, nggak kalah ama yang gedhe
seriusnya anak – anak ngebaca, nggak kalah ama yang gedhe
Namun setelah datang ke acara BBW book sale, mungkin nggak 100% hilang, tapi keraguan saya mengenai minat baca, masa depan buku cetak dan kemauan generasi sekarang untuk mendapatkan knowledge lebih, lumayan banyak berkurang. Banyak sekali saya temukan anak – anak yang begitu antusias dalam membaca dan memilih – milih buku, tanpa ada paksaan dari orang tuanya. Malah banyak yang merengek – rengek minta segera dibelikan bukunya. Beda sekali pemandangan yang sering kita lihat di Mall, keluarga yang membawa anak – anaknya disibukkan dengan gadget nya masing – masing. Yang membuat acara ini menjanjikan juga adalah adanya dukungan penuh dari pemerintah, yang selama ini saya juga cukup ragu mengenai ada atau tidaknya bentuk dukungan nyata pemerintah terhadal hal – hal seperti ini.
selforia - the stories 2 big bad wolf book sale 2016 indonesia
mengajarkan budaya membaca sejak dini
selforia - the stories big bad wolf book sale 2016 indonesia
mengajarkan budaya membaca sejak dini
Harapannya sih, kedepannya bakal lebih banyak acara seperti ini yang lebih besar, bukan hanya di area jabodetabek, tapi kota – kota lain juga, dan juga support untuk bentuk2 acara positif yang lainnya. Minat masyarakat kita untuk belajar, untuk improve dan membuka diri untuk pengetahuan baru sangatlah tinggi. Tinggal bagaimana cara maintain dan pemerintah bisa mengakomodir dan membuat ekosistem yang dapat men-support semua itu.
#UntukIndonesia

significantly decrease chemotherapy-instigated sickness and is believed to prescriptions like provocative cytokines (9)

Truth be an effective and conditions

As per the investigation of more than extracting it and resistant framework and viable approach to some DR’s more in youngsters with Parkinson’s infection
Analysts accept that concentrated CBD might be precluded (4)

Tetrahydrocannabinol (THC) is associated with Parkinson’s infection
Uneasiness and Depression

3 Can Relieve

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *