Skip to content

Cerita Burung….

07 lovebirds sparated 1

Sometimes, the real happines comes simply just standing belong next to you. Even when there is a wall, obstacle, or distraction between us.

*Just a random thoght

*everything seems legit when it comes in english

*sekilas seperti curcol 

*biar ngehits di instagram

The real story is masku due ingon-ingonan anyar (kakak saya punya peliharaan baru). Maksudnya sih pasti cuman iseng-iseng mengisi waktu sekaligus kalau rejeki bisa berhasil ternak dan dijualin. Namun dasarnya karena saya suka kepo mengenai filosofi dan memang kenyataannya orang jawa itu penuh dengan kiasan, filosofi, konsep, arti dll (kalau nggak percaya, lokasi kita suka duduk, cara kita makan bahkan hitung – hitungan angka umur itu ada artinya sendiri sendiri), saya iseng browsing “filosofi memelihara burung”.

Dan ternyata benar, ada filosifinya juga wkwkk. Memang tidak semua jenis burung ada filosifinya (apalagi burung yang itu,*halah), dan yang paling banyak disebut adalah burung perkutut (sayangnya perkutut bukan jadi salah satu pilihan kakak saya untuk dipelihara untuk saat ini). Burung Perkutut mempunyai sejarah yang panjang termasuk salah satunya adalah burung perkutut mengiringi kebesaran Kerajaan Majapahit. Burung Perkutut merupakan salah satu burung utama yang dipelihara oleh kerajaan selama Majapahit masih berdiri. Jenisnya pun ternyata bermacam – macam, seperti :

  • Perkutut Songgo Ratu, yang dipercaya merupakan bentuk dari titisan seorang putra raja bali pada masa majapahit yang melarikan diri hingga ke desa tutul di blambangan namun akhirnya mati terbunuh. Agak random, tapi begitulah yang tertulis di blog ocehankenari.
  • Perkutut Lurah yang mempunyai arti kewibawaan yang luar biasa yang diakui dapat mendatangkan rejeki yang berlimpah. (mungkin karena dia punya jabatan jadi peluang dapet duit banyak nya lebih gedhe)
  • Perkutut Putih, merupakan jenis yang sangat langka karena bahkan induk Perkutut Putih pun belum tentu menghasilkan anakan perkutut putih (albino kali ya?). Jenis ini dulu dipercaya hanya dipelihara oleh para raja.
  • Perkutut Hitam, seperti halnya Perkutut Putih, jenis ini merupakan jenis yang sangat langka. (mungkin kalo di ayam, jenis cemani 😀 kalo ayam cemani kan mahal bingit)
  • Perkutut Katuranggan, jenis ini dipercaya memiliki karakter yang gaib. Arti katuranggan berasal dari “katur” (mengemukakan), “angga” (badan) yang arti keseluruhannya yaitu = “pengetahuan yang disimbolkan dari bentuk badan” (whatt??). Karena ke-gaib-an nya, beberapa orang mengatakan bahwa jenis ini tidak bagus untuk dijadikan peliharaan

Belum dapat sumber yang valid, tapi urain diatas cukup menarik juga. Layaknya semua makhluk hidup lah, semua pasti mempunyai arti dan fungsinya masing. Tinggal bagaimana kita mengartikan dan memanfaatkannya menjadi hal yang positif saja, jangan sampai menjurus ke hal – hal yang syirik.

Lanjut ke jenis burung yang dipelihara kakak saya; Kenari. Tidak ada filosofi khusus yang dimiliki oleh jenis burung ini (kasian sekali), namun hal yang cukup menonjol adalah kicauannya. Burung Kenari mempunyai nada kicauan yang sangat variatif, dan mempunyai ritme nada yang sangat bagus (tanpa perlu les vocal… krik krik). Variasi warnanya pun cukup banyak, kalau di search di google ternyata ada warna hitam, kuning, bahkan orange! Selain itu burung ini cukup menjadi favorit karena perawatannya yang mudah.

Burung lain yang dipelihara kakak saya adalah jenis Lovebird. Burung ini hanya akan kawin dengan 1 burung saja, dan tidak akan berpaling dengan pasangan lain. Bahkan menurut cerita, jika pasangan mereka mati, tidak lama dia juga akan mati (sehidup semati gitu lah – gilak romantis abis!) Mungkin inilah alasan kenapa jenis ini diberi nama Lovebirds, yang memang bagi sebagian orang, burung dari Afrika ini merupakan simbol perdamaian, kerukunan, dan percintaan. (ngiri ngiri dah tuh sama burung). 

foto – foto lain :

kandang gue neeeh
kandang gue neeeh
hello there...
hello there…
nyaakkk, makanannya manaaa
nyaakkk, makanannya manaaa
honey, i love you so much
honey, i love you so much
ape lo liat liat!
ape lo liat liat!
i'm good as hell
i’m good as hell
hai yang di sanaaa
hai yang di sanaaa
mating call, uh oh uh oh
mating call, uh oh uh oh
ngantuk...
ngantuk…

Sumber tulisan :

ocehankenari.blogspot.com

danputra.wordpress.com  

junghouse.blogspot.com

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *