Skip to content

Narsisme Mengubah Industri

puncak-songgo-langit-mangunan---defi
Puncak Songgo Langit merupakan salah satu tempat wisata di kawasan mangungan yang menawarkan beberapa beberapa bagian yang sangat menarik. Diantaranya, bebatuan besar yang menarik di lereng gunung, rumah kayu, rumah hobit, hutan pinus dan tentunya puncak Songgo Langit itu sendiri.
Memperhatikan beberapa spot di objek wisata tersebut (dan sepertinya juga terjadi di sebagian besar objek wisata saat ini), bukan hanya didesign untuk dinikmati mata saja, tetapi juga secara estetika didesign untuk supaya ada objek manusia di spot tersebut dan dinikmati dalam bentuk fotografi yang paling sering di pasang di social media instagram. Sebagian bahkan lebih banyak menghabiskan waktu untuk memastikan foto yang diambil bagus, daripada menikmati spot / objek wisata tersebut secara langsung.
puncak-songgo-langit-mangunan---aprin2 rumah-seribu-batu-mangunan---defi
Pada kenyataannya mungkin bukan hanya sebagian, tetapi sebagian besar yang bersikap seperti itu. Buktinya, industri mengikuti hal tersebut. Bukan hanya tempat wisata, tetapi tempat – tempat lainnya seperti restoran dan cafe dibuat sedemikian rupa supaya tempat mereka menjadi lebih “instagramable”. Hal tersebut dilakukan bukan hanya untuk mengikuti perilaku konsumen yang lumayan bergeser karena hadirnya social media, tetapi juga untuk hal yang lebih krusial lagi yaitu untuk survive didunia industri.
Karena sering kita dengar banyak tempat makan misalnya, yang dicari bukan karena makanannya, tetapi karena tempatnya yang sangat menarik untuk berfoto. (Meski tentunya kalo survive di dunia industri tidak cukup itu, inovasi harus selalu dilakukan untuk jangka panjangnya)
kebun-buah-mangunan---narsis
Melihat begitu besarnya keinginan sebagian manusia untuk “nampang”, apakah hal tersebut merupakan suatu hal yang salah? Apakah gara – gara instagram makanya kita menjadi suka berfoto? Saya pikir tidak juga. Merupakan hal yang manusiawi bahkan untuk manusia se-introvert apapun untuk tampil baik, atau minimal tampil lebih baik dari biasanya dihadapan orang lain. Kita menggunakan baju yang lebih baik saat keluar rumah, kita berdandan jika ingin berkumpul dengan orang lain dan beberapa hal semacam itu merupakan tanda jika pada dasar nya kita sebagai makhluk sosial memiliki sifat “narsis” meskipun kecil. Jadi (asal tidak berlebihan) narsisme di tempat wisata atau tempat lainnya dan berusaha sedemikian rupa mempunyai foto yang terbaik untuk di taruh di social media merupakan suatu hal yang wajar.
#Narsisme / #narcissism secara harafiah mengandung unsur kata “berlebihan”. Padahal sebenarnya kalau tidak ada unsur “berlebihan”, hal tersebut menjadi hal yang sangat positif untuk industri. Karena pemilik produk tidak hanya dituntuk untuk membuat produk yang terbaik, tetapi juga bagaimana caranya berinovasi untuk mengikuti perilaku konsumen yang berubah tersebut. Sehingga kita sebagai konsumen akan menikmati produk / lokasi wisata yang lebih baik dan juga lebih bervariasi.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *